Warga Ibu Kota Belum Tertarik Bermukim di Rumah Susun

Warga Ibu Kota Belum Tertarik Bermukim di Rumah Susun

JAKARTA, KOMPAS – Warga Jakarta belum tertarik untuk bermukim di rumah susun. Mereka memilih tetap tinggal di rumah tapak meski harus menyingkir ke pinggiran Jakarta. Namun, warga mengakui bahwa tinggal di rumah susun akan memberikan sejumlah keuntungan, seperti bebas banjir dan kemudahan mobilitas.

Sesuai dengan RTRW DKI Jakarta 2030, pengembangan kawasan permukiman, komersial, dan perkantoran diarahkan dengan memanfaatkan ruang secara vertikal dan kompak. Arahan rencana tata ruang tersebut untuk menyiasati keterbatasan lahan di Jakarta.

Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunan 50.000 unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Selain rusunawa, pengembang properti telah lebih dulu menancapkan tiang-tiang vertikal untuk rusun komersial, seperti apartemen.

Namun, tampaknya warga Jakarta belum menyadari bahwa lahan semakin terbatas. Budaya tinggal di rumah menempel tanah selama ini menyebabkan masyarakat masih enggan untuk tinggal di bangunan vertikal. Keengganan tinggal di hunian vertikal tersebut terungkap dalam survei jajak pendapat Kompas Juni lalu.

Hampir semua responden (93 persen) suka tinggal di landed house ketimbang rumah susun. Padahal, saat ini pemerintah gencar melakukan pembangunan rusunawa sebagai tempat baru bagi warga yang huniannya dilintasi proyek pembangunan, seperti normalisasi sungai/waduk. Editor : Kistyarini

Sumber: kompas | 16 September 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>