Pengembang Mulai Lirik Proyek Properti Konsep Kota Transit

Pengembang Mulai Lirik Proyek Properti Konsep Kota Transit

Jakarta, CNN Indonesia – Pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan penggunaan angkutan massal atau dikenal sebagai transit oriented development (TOD) agaknya mulai naik daun. Lihat saja, beberapa pengembang berlomba-lomba membangun kawasan ini sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat.

PT Adhi Karya Tbk, salahsatunya yang berencana memabngun proyek yang mengusung konsep TOD. Pengembangan kawasan TOD akan dilakukan melalui kawasan terpadu atawa mixed used yang terletak di Pancoran, Bekasi Timur, Ciracas, dan Sentul.

“Banyak di TOD mana-mana, nanti dikerjakan anak usaha properti lainnya,” ujar Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/3).

Saat ini, sejumlah proyek properti emiten dengan kode ADHI tersebut dikerjakan oleh anak usahanya, yakni PT Adhi Persada Properti. Namun, Adhi Karya juga menyiapkan anak usaha yang khusus mengurusi proyek properti di kawasan TOD dalam 1-2 bulan mendatang.

Sebagai langkah awal, Adhi Karya berniat membangun apartemen. Diikuti oleh gedung perkantoran, apartemen, dan pusat perbelanjaan. “Tahun ini, rilis apartemen dulu, rilisnya berbarengan di semua lokasi,” terang Budi.

Adapun, ia mengklaim, proses pengerjaan proyek berkonsep TOD tersebut masih dalam tahap perizinan. Adhi Karya tak berminat menggandeng mitra untuk merampungkan proyek itu.

Selain Adhi Karya, pengembang lainnya yang juga mengembangkan proyek kota mandiri berbasis penggunaan angkutan massal, yaitu PT Ciputra Residence. Developer properti kelas kakap ini merancang proyek properti TOD di kawasan Maja bertajuk Citra Maja Raya.

Direktur Ciputra Residence Agussurja Widjaja menjelaskan, pihaknya kini tengah mengincar lahan lain untuk mengembangkan proyek properti berbasis TOD. “Kami lagi cari, karena kan memang permintaannya ke arah sana. Lagi cari-cari dekat stasiun, tapi kan memang tanahnya terbatas,” papar Agus.

Menurut dia, jumlah permintaannya masih didominasi dari Pulau Jawa. Hal ini juga disebabkan oleh masih rendahnya harga komoditas, sehingga permintaan properti di luar pulau Jawa lemah.

“Tapi kalau meningkat, nanti booming lagi. Kan Kalimantan, Sulawesi itu ketergantungan dengan komoditas batu bara, karet, dan cokelat,” ungkapnya.

Adapun, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga turut mengembangkan proyek properti berkonsep TOD di beberapa lokasi seperti, Kuala Tanjung, Teluk Lamong, dan Ciwalini.

Sekretaris Perusahaan Suradi Wongso menyebutkan, untuk kawasan Ciwalini, perusahaan akan membangun stasiun kereta api cepat terlebih dahulu. Untuk keseluruhan disainnya, perusahaan juga akan membangun kompleks kawasan terpadu.

“Tapi ini semua masih proses, masih belum,” kata Suradi. Dinda Audriene Mutmainah (bir)

Sumber: cnnindonesia.com | 8 Maret 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>